Archive

Archive for the ‘Life Educations’ Category

[Mario Teguh] Tali Rezeki 19/06/11 – Indahnya Berbagi dan Berusaha

June 23, 2011 Leave a comment

Luar biasa sekali pak Mario Teguh. Setiap ucapan dan kata-katanya menyejukkan, tanpa ada maksud untuk mencela maupun menyinggung. Tema pada hari Minggu, 19 Juni 2011 kemarin adalah tentang Tali Rezeki. Ada beberapa poin yang ingin disampaikan oleh pak Mario Teguh, diantaranya adalah:

  • Jangan takut miskin, karena kekayaan Tuhan tak terhitung. Mohonlah kepada Tuhan, minta kepada Tuhan. Karena Tuhan selalu mendengarkan apa yang diminta oleh hamba-Nya.
  • Ketika melakukan sesuatu kebaikan, jangan menunggu untuk disukai orang, diperhatikan orang, tapi lakukanlah sesuatu yang baik itu dengan tulus ikhlas dan sepenuh hati. Karena sesuatu yang dilakukan dengan sepenuh hati, rejeki Tuhan akan selalu mengikutinya.

Lalu, ada beberapa pertanyaan dari audiens, diantaranya adalah:

  1. Kata orang, banyak anak banyak rejeki. Bagaimana tanggapan pak Mario Teguh?
  2. Sekarang kan lagi musimnya nikah muda, dan kata orang, kalau orang sudah berumah tangga, rejeki akan mengikuti. Bagaimana tanggapan pak Mario?

Penasaran bagaimana tanggapan Pak Mario Teguh? Read more…

Categories: Life Educations

Beruntung itu…………

June 13, 2011 1 comment

Menurut kamus besar bahasa Indonesia:

beruntung ber.un.tung
[v] (1) berlaba; mendapat laba: bagaimana dapat ~ kalau ongkos angkutnya saja sudah mahal sekali; (2) bernasib baik; mujur; bahagia: yg ~ dapat mengenyam pelajaran di bangku sekolah dng cuma-cuma; (3) berhasil (maksudnya, usahanya, dsb); tidak gagal

Kenapa kebanyakan orang ingin jadi pinter? Read more…

Someday, I will..

May 14, 2010 7 comments

Posting pertama di blog ini, setelah sekian lama berpindah hati ke blog yang sudah almarhum. Yah, serasa berat menulis di blog ini, setelah tidak terasa hampir satu tahun tidak posting satu pun artikel.

Yupp, this is my first post entry at this year. Someday, I will… Read more…

Categories: Life Educations Tags: , ,

Masih adakah maaf untukku…???

January 12, 2009 18 comments

Maafkan Kata Yang Tlah Terucap
Akan Kuhapus Jika Ku Mampu
Andai Ku Dapat Meyakinkanmu
Ku Hapus Sikapku

Read more…

Categories: Cuap-cuaP, Life Educations

Fenomena “XXX”…???

January 7, 2009 21 comments
sinetron

"XXX" factor

Apa ini sudah masanya ya…???”

Entah, hal itu merupakan pertanyaan atau pernyataan dari sebagian besar orang tua kepada kerabat dan temannya ketika melihat beberapa tragedi tawuran antar pelajar yang notabene dahulu dilakukan oleh kaum pelajar pria, tapi sekarang sudah tidak hanya pria, wanita juga. Selain tawuran pelajar, saat ini juga sudah maraknya pergaulan bebas remaja. Apa saja kira-kira penyebabnya…???

Read more…

Categories: Cuap-cuaP, Life Educations

Don’t make someone a priority, if they only make you an option

December 3, 2008 12 comments

123Setelah blogwalking ke blognya mbak wahyuapriani , melihat sebuah gambar yang ada tulisan “Don’t make someone a priority, if they only make you an option”. Saya mencoba merenungi apa arti kalimat tersebut. Kalau diartikan, mungkin kurang lebih begini artinya :

Don’t make someone a priority, if they only make you an option

artinya

Jangan memprioritaskan seseorang, jika mereka hanya menjadikanmu sebuah pilihan

Read more…

Born to be learner

November 11, 2008 12 comments

baby-baca-kisah-si-tamak5Manusia mempunyai 3 siklus kehidupan, yang pertama adalah manusia dilahirkan ke dunia, lalu yang kedua manusia tumbuh menjadi dewasa, dan yang terakhir adalah saat manusia telah menghabiskan masa hidupnya dan menghembuskan nafas terakhirnya untuk mempertanggungjawabkan perilakunya di dunia kepada Allah SWT.

“Jika anak Adam meninggal, maka amalnya terputus kecuali dari tiga perkara, sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang berdoa kepadanya.” (HR Muslim). [google citation]

Berdasarkan hadist di atas, tentunya kita tau bahwa ketika kita meninggal, semua amal kita terputus kecuali 3 perkara seperti yang telah disebutkan di atas, yaitu amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang berdo’a kepada Allah.

Dari uraian pada paragraf sebelumnya, terdapat kata-kata “ilmu yang bermanfaat”. Menurut saya, kita dilahirkan di dunia untuk belajar. Belajar dalam segala hal. Sejak awal lahir, saat kita masih menjadi bayi kita sudah belajar untuk menyusu kepada ibu kita, selang beberapa bulan, kita belajar untuk tengkurap, berbicara, berjalan, dan masih banyak lagi. Setelah kita agak besar, kita mulai belajar membaca. Lalu ketika kita sudah tumbuh menjadi seorang remaja dan menjadi dewasa, kita mulai belajar untuk menghargai. Menghargai pekerjaan orang lain dan belajar sopan santun. Tentunya kita tidak hanya itu saja, kalau kita sadar, sejak lahir sampai saat ini berapa macam hal yang sudah kita pelajari. Bermacam-macam hal, mulai dari “a” sampai “z” kita pelajari. Sampai akhir usia pun, tanpa kita sadari kita tetap terus belajar.

Tentunya semua hal itu adalah sebuah proses. Proses kehidupan manusia. Proses untuk menjadi seseorang yang baik. Baik di mata sesama manusia, dan di mata Tuhan (Allah SWT). Apabila ada orang yang dalam proses belajarnya dia mendapat sebuah hambatan, maka dia harus tetap terus berusaha, berjuang, berjuang, dan berjuang tanpa putus asa. Tidak ada kata lelah, capek dalam belajar.

“Belajar kok lelah, belajar kok capek…”

Apabila terdapat seseorang yang jahat, atau banyak terdapat sisi negatif daripada sisi positifnya, sesungguhnya orang tersebut bukanlah gagal dalam menempuh proses belajarnya. Mungkin orang itu memang belajar dari sisi negatif atau mungkin orang itu sedang tersesat dalam proses belajarnya. Oleh sebab itu, kita sebagai orang yang mengetahui hal itu, sudah kewajiban kita untuk mengingatkannya dan mengajaknya untuk belajar ke arah kebaikan.

Tentunya agar kita mendapatkan manfaat atau berkah dari ilmu yang kita pelajari, kita harus menjadi seseorang yang bermanfaat dengan cara membagikan ilmu kita kepada orang lain. Dalam hal itu, kita juga harus bisa menghargai orang. Salah satu kunci dalam menyampaikan ilmu kita agar menjadi ilmu yang bermanfaat bagi orang lain, kita harus menyampaikannya dengan senang hati, ikhlas, dan rendah hati. Sebaliknya, apabila kita dalam menerima ilmu, kita juga harus menerima ilmu yang disampaikan dengan senang hati, ikhlas, dan rendah hati, tidak peduli siapa yang menyampaikan. Karena apabila kita menerima ilmu tersebut dengan senang hati, ikhlas, dan rendah hati, InsyaAllah ilmu yang kita dapat juga akan menjadi barokah.

Semoga ilmu yang kita dapat mendapatkan berkah dari Tuhan (Allah SWT), dan menjadi ilmu yang bermanfaat bagi sesama. Amiiiinnn…

*image source : http://esharachman.files.wordpress.com/2007/05/baby-baca-kisah-si-tamak.jpg
Categories: Cuap-cuaP, Life Educations