Home > Inspirational > Diantara Dua Pilihan; Sahabat, Kejujuran, dan Ketidakjelasan

Diantara Dua Pilihan; Sahabat, Kejujuran, dan Ketidakjelasan

Ketika dalam sebuah pertandingan tinju, Bejo terpilih sebagai wasit. Sedangkan secara kebetulan, pertandingan yang dipimpin oleh Bejo merupakan pertandingan antara seorang sahabatnya, yaitu Tukimin melawan John sang juara bertahan kelas Sapi. Kondisi itu merupakan hal yang sulit bagi Bejo.

Ketika pertandingan dimulai, Bejo terus diserang oleh John. Jap kanan dan kiri John terus melayang tepat di wajah, hidung, pipi kanan dan kiri Tukimin. Tapi Tukimin terus bertahan dan sesekali membalas. Seringkali Tukimin melakukan kesalahan memukul kepala bagian belakang John. Tapi si Bejo beberapa kali membiarkan dan sesekali memperingatkannya. Bejo bingung, karena Tukimin merupakan sahabat karibnya. Di sisi lain dia harus bertindak adil. 

John pun hanya sesekali bermain kasar dan kurang sportif, sehingga Bejo memberikan masukan kepada Juri untuk mengurangi dan memberikan pinalty poin terhadap John. Namun, karena Tukimin sudah terlihat sedikit putus asa karena terus-terusan mendapatkan pukulan, maka Tukimin pun sedikit lengah, sehingga beberapa jap telak John mengenai tepat ke hidungnya. Poin sepenuhnya di tangan Juri. Walaupun Bejo tau kalau John sesekali bertindak kurang sportif, Bejo seringkali membiarkan Tukimin melakukan pelanggaran dan menutupinya supaya Juri memberikan poin tambahan kepada Tukimin.

Di ronde terakhir pertandingan, John melakukan pelanggaran yang cukup keras. Namun karena Bejo tak melihat dengan jelas, maka Bejo terus membiarkan pertandingan berlangsung karena Tukimin masih terus bermain dan melontarkan jap kirinya. Suporter berteriak mengecam Bejo. Karena Bejo memang tidak melihat, maka Bejo pun acuh membiarkan pertandingan terus berlangsung sampai selesai.

Akhirnya pengumuman pemenang pun tiba. Dan juaranya adalah John. Pada akhir pertandingan, Tukimin mengutarakan rasa sakit dan seharusnya John mendapatkan peringatan keras. Tukimin mengadukan rasa sakit dan nyerinya kepada Bejo, bekas kecurangan yang dilakukan oleh John. Suporter Tukimin, yang kebanyakan adalah juga sahabat Bejo, memprotes dengan keras. Bejo pun menerima kritik pedas dan sindiran-sindiran tajam dari mulut sahabat-sahabatnya yang mendukung Tukimin. Bejo pun menyalami, tanda untuk meminta maaf. Namun, setelah itu terlontar pernyataan: “Yang penting lucu kan ya? Walopun sakit?”

Bejo pun bingung. Apa yang harus dia lakukan, sementara pertandingan pun telah usai dan John tetap menjadi juara bertahan. Walaupun Bejo dapat memutar waktu kembali, pertandingan pun tak akan berubah walau Bejo memberi peringatan keras kepada John karena telah berbuat curang. Karena Tukimin sedikit melakukan pukulan masuk daripada John yang dominan melakukan pukulan-pukulan telak. Waktu telah berlalu. John sudah bertindak jujur. Namun, karena ketidaktahuannya, dia pun dimusuhi oleh kawan-kawannya. Tukimin pun sedikit menjauhinya.

Jika waktu dapat diputar kembali, dan kawan-kawan Tukimin yang menjadi wasit, dan melakukan sesuatu yang sama yang dilakukan oleh Bejo, yaitu tidak melihat pelanggaran yang dilakukan oleh John, apakah kawan-kawan yang menjadi wasit menggantikan Bejo akan memenangkan Tukimin? Tentu tidak! Karena keputusan perhitungan poin mutlak ada di tangan Juri.

Bejo hanyalah korban. Korban ketidaktahuan dan kejujurannya. Jika dia tahu, maka dia akan jelas memberikan penalty kepada Tukimin. Tapi apa itu bisa mengubah hasil akhir pertandingan? Tentu tidak. Sekali lagi keputusan ada di tangan yang kuasa, yaitu Juri.

Bejo hanyalah korban. Korban ketidaktahuan dan kejujurannya.

*cerita terinspirasi dari keadaan sekitar penulis
Categories: Inspirational
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: