Home > Cuap-cuaP, Life Educations > Born to be learner

Born to be learner

baby-baca-kisah-si-tamak5Manusia mempunyai 3 siklus kehidupan, yang pertama adalah manusia dilahirkan ke dunia, lalu yang kedua manusia tumbuh menjadi dewasa, dan yang terakhir adalah saat manusia telah menghabiskan masa hidupnya dan menghembuskan nafas terakhirnya untuk mempertanggungjawabkan perilakunya di dunia kepada Allah SWT.

“Jika anak Adam meninggal, maka amalnya terputus kecuali dari tiga perkara, sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang berdoa kepadanya.” (HR Muslim). [google citation]

Berdasarkan hadist di atas, tentunya kita tau bahwa ketika kita meninggal, semua amal kita terputus kecuali 3 perkara seperti yang telah disebutkan di atas, yaitu amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang berdo’a kepada Allah.

Dari uraian pada paragraf sebelumnya, terdapat kata-kata “ilmu yang bermanfaat”. Menurut saya, kita dilahirkan di dunia untuk belajar. Belajar dalam segala hal. Sejak awal lahir, saat kita masih menjadi bayi kita sudah belajar untuk menyusu kepada ibu kita, selang beberapa bulan, kita belajar untuk tengkurap, berbicara, berjalan, dan masih banyak lagi. Setelah kita agak besar, kita mulai belajar membaca. Lalu ketika kita sudah tumbuh menjadi seorang remaja dan menjadi dewasa, kita mulai belajar untuk menghargai. Menghargai pekerjaan orang lain dan belajar sopan santun. Tentunya kita tidak hanya itu saja, kalau kita sadar, sejak lahir sampai saat ini berapa macam hal yang sudah kita pelajari. Bermacam-macam hal, mulai dari “a” sampai “z” kita pelajari. Sampai akhir usia pun, tanpa kita sadari kita tetap terus belajar.

Tentunya semua hal itu adalah sebuah proses. Proses kehidupan manusia. Proses untuk menjadi seseorang yang baik. Baik di mata sesama manusia, dan di mata Tuhan (Allah SWT). Apabila ada orang yang dalam proses belajarnya dia mendapat sebuah hambatan, maka dia harus tetap terus berusaha, berjuang, berjuang, dan berjuang tanpa putus asa. Tidak ada kata lelah, capek dalam belajar.

“Belajar kok lelah, belajar kok capek…”

Apabila terdapat seseorang yang jahat, atau banyak terdapat sisi negatif daripada sisi positifnya, sesungguhnya orang tersebut bukanlah gagal dalam menempuh proses belajarnya. Mungkin orang itu memang belajar dari sisi negatif atau mungkin orang itu sedang tersesat dalam proses belajarnya. Oleh sebab itu, kita sebagai orang yang mengetahui hal itu, sudah kewajiban kita untuk mengingatkannya dan mengajaknya untuk belajar ke arah kebaikan.

Tentunya agar kita mendapatkan manfaat atau berkah dari ilmu yang kita pelajari, kita harus menjadi seseorang yang bermanfaat dengan cara membagikan ilmu kita kepada orang lain. Dalam hal itu, kita juga harus bisa menghargai orang. Salah satu kunci dalam menyampaikan ilmu kita agar menjadi ilmu yang bermanfaat bagi orang lain, kita harus menyampaikannya dengan senang hati, ikhlas, dan rendah hati. Sebaliknya, apabila kita dalam menerima ilmu, kita juga harus menerima ilmu yang disampaikan dengan senang hati, ikhlas, dan rendah hati, tidak peduli siapa yang menyampaikan. Karena apabila kita menerima ilmu tersebut dengan senang hati, ikhlas, dan rendah hati, InsyaAllah ilmu yang kita dapat juga akan menjadi barokah.

Semoga ilmu yang kita dapat mendapatkan berkah dari Tuhan (Allah SWT), dan menjadi ilmu yang bermanfaat bagi sesama. Amiiiinnn…

*image source : http://esharachman.files.wordpress.com/2007/05/baby-baca-kisah-si-tamak.jpg
Categories: Cuap-cuaP, Life Educations
  1. November 11, 2008 at 11:20 pm

    wuzzz,blog owner’e serem😀

  2. November 12, 2008 at 4:56 pm

    hmmm dalem banget…

    hikz…hikz…sampai tersentuh…

  3. November 14, 2008 at 9:07 pm

    nice article
    thanks sudah mampir di blog saya

  4. aveminerva
    November 15, 2008 at 12:20 am

    “Belajar kok lelah, belajar kok capek…”
    wuekzz…Kayaknya bakal da penggantinya om jangkung neh?! :-p

  5. November 15, 2008 at 5:22 am

    belajarlah sampai ke negeri China (cucok ini karna saya suka piknik), tp kaluk yg udah emang lahirnya di china piye?

  6. Elys Welt
    November 15, 2008 at 6:48 pm

    amin …. berbagi takakan merugi🙂

  7. November 16, 2008 at 5:09 pm

    ok-ok pak einstein!!! aku tak belajar!!!!

    eheheh

    memberikan pencerahan banget

  8. November 18, 2008 at 1:28 am

    Huehue. postingan yang bagus om.. saya mendapatkan pelajaran disini😀

  9. izayoi
    November 18, 2008 at 7:19 pm

    nah yg bener born to be learner –“

  10. November 20, 2008 at 11:54 am

    mampirr euy……..met sianggg

  11. kumiz
    November 21, 2008 at 1:28 am

    @ mbah: biasa ae mbah… Aku bukan c-tan…😀

    @ aping: thanks,,, semoga bisa bermanfaat bagi semua, khususnya saya pribadi.

    @ nita: makasii kembali… Jangan bosen2 mampir

    @ aveminerva: hehe,,, amiiin… Ntar panggilnya pak Kumiz… hhehe…

    @ ernut: wah,,,wah,,, kalo emg lahirnya d Cina, y belajarlah sampai ke Amerika. Kalo lahirnya di Amerika, y belajarlah ke dunia lain…😀

    @ Elys Welt: betull,,, karena berbagi akan saling menguntungkan…😛

    @ monyetgaul: thanks… semoga dapat terus bermanfaat… Amiiiinn…

    @ Eljaholic: ia,,,ia,,, makasih atas kunjungannya… Tunggu kelanjutan motivation2 story lainnya…😀

    @ izayoi: eh ia om,,, sorry2 lupa “er”-nya… –”

    @ anna’d: met siang juga… Jgn bosen2 mampir iah…

  12. December 10, 2008 at 9:31 pm

    wah untung aku termasuk yg ketiga … xixixi

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: