Home > Cuap-cuaP, Life Educations > SBY : “Talk less, do more…”

SBY : “Talk less, do more…”

Judul di atas memang bermakna sangat dalam. Talk less, do more. Ya, Banayk bekerja, tapi tidak banyak bicara. Mungkin hal ini juga yang diterapkan oleh Bapak Presiden kita dalam membangun bangsa. Banyak rakyat kecil yang sengaja di “plokotho” (baca di provokasi) oleh oknum-oknum yang mungkin atau bahkaningin menghancurkan bangsa kita (Indonesia) dari dalam. Coba kita amati lagi, semenjak negara kita menerapkan demokrasi, setiap presiden yang memimpin negara kita mengalami hal-hal yang hampir serupa dengan Presiden kita saat ini. Masalah ini lah, itulah, omong ini lah, omong itulah, nggak ada selesainya!

Kembali lagi ke awal. Yah, saya sebenarnya tidak ingin ikut campur dalam permasalahan di negara ini. Seharusnya, masayarakat kita harus lebih berpikir jauh ke depan tentang apa yang dihadapi oleh negara kita ini.
Bagaimana tidak, hanya dengan sedikit provokasi saja, mereka sudah berani menghancurkan fasilitas-fasilitas umum. Padahal, fasilitas itu merupakan hasil jerih payah masyarakat itu sendiri yang berasal dari pajak yang di bayar. Fasilitas yang seharusnya membuat kita (rakyat Indonesia) menjadi lebih mudah dalam melakukan segala sesuatunya, malah dihancurkan dengan sangat mudah hanya dengan SEDIKIT PROVOKASI !!! BAYANGKAN!!!

Padahal, kalu di runut dari awal siapa yang salah, kita juga yang salah. Karena kebanyakan dari masyarakat kita adalah masyarakat yang tidak punya aturan, tidak mengerti prosedur yang berlaku, tidak mengerti hukum, tidak banyak juga yang mengerti tata krama. Kita hanya bisa OD (Omong Doank!!!).

Saya disini juga tidak bermaksud menyinggung masyarakat kita. Namun, saya sudah sangat gerah dengan apa yang dilakukan masyarakat kita. Saya tidak dapat berbuat apa-apa, Presiden pun mungkin juga sama.

Perubahan berasal dari diri kita sendiri.

Ya, itu mungkin kata-kata yang tepat. Kita harus berubah demi kemajuan bangsa kita. Perubahan berasal dari diri kita sendiri. Kalau pemimpinnya saja yang berubah, tapi rakyatnya tidak, KAPAN MAJUNYA!!!

Mari kita semua berubah, tidak lagi menjadi yang anarkhis, mematuhi aturan dan prosedur yang berlaku, dan taat hukum yang berlaku. Tidak usah memikirkan yang lain. Kita benahi dulu diri kita sendiri, baru orang lain dan negara kita. Presiden kita lebih mengetahui apa yang terjadi pada negara ini, beliau tidak banyak bicara, tapi langsung bekerja untuk membenahi negara kita yang sangat amburadul seperti yang disebutkan pada judul di atas. Presiden kita jauh lebih mengerti dan lebih pintar daripada kita yang hanya bisa omong doank. Mulai dari sekarang, tugas kita adalah membantu para pemimpin negara Indonesia tercinta ini sesuai dengan porsi kita masing-masing.

Pelajar ya belajar, bukan untuk tawuran atau pengrusakan. Pengusaha ya harus menjadikan usahanya yang halal. Para pekerja ya harus bekerja yang benar. Dan para pemimpinnya ya harus menjadi yang amanat. Semua itu ada porsinya masing-masing.

Jangan saling menyalahkan, introspeksi diri dulu baru kita akan mengetahui apa yang menjadi permasalahan. Karena saling menyalahkan tidak akan menyelesaikan masalah, malah akan mempersulit masalah.

Mulai sekarang kita lakukan tugas kita masing-masing untuk membuat negara kita lebih maju dan lebih baik. Meskipun hanya sebuah hal kecil, tapi apabila kita semua melakukannya, maka akan menjadi hal yang sangat bermanfaat bagi negara ini. Toh kalau semua sesuai dengan yang disebutkan pada paragraf di atas, negara akan menjadi lebih baik dan kita juga kan yang untung.

Mari kita bekerja sama dalam membangun negara kita untuk menjadi negara yang lebih maju, berprosedur, taat hukum, bertata krama, dan tidak anarkhis. Kalau tidak dari sekarang, kapan lagi..!!!

Tulisan ini merupakan ungkapan hati seorang anak muda yang prihatin dengan keadaan bangsa ini (Indonesia) dan bertujuan untuk menyadarkan anak2 bangsa dan menggugah semangat mereka untuk berjuang di dalam kebaikan demi kemajuan bangsa.

Categories: Cuap-cuaP, Life Educations
  1. September 26, 2008 at 10:34 am

    SAYA SETUJU (LAGI BERDIRI HORMAT BENDERA) MERDEKA…!!

  2. kumiz
    October 7, 2008 at 11:48 am

    hhehe
    makasih,,, makasih,,, kang ary…

    maksih udh comment…

  3. October 13, 2008 at 2:18 pm

    hmmmm…..setuju sekali
    TLDM (Talk Less Do More) jangan kayak NATO(No Action Talk Only)😀

  4. aveminerva
    November 16, 2008 at 2:48 pm

    Hmm,,,”Perubahan berasal dari diri kita sendiri”..
    Mank sudahkah kamu patuh ma semua aturan-aturan yang ada??hehe (^_^)V

    Emank bener c yang kamu katakan itu, tapi rasanya juga susah bgt kalo kitanya sendiri sudah susah payah patuh sama semuanya. Tapi disekeliling kita buanyak bgt yang seenaknya tapi g ada tindakan buat mereka yang udah nglanggar itu..

    Hayo,pasti kata-kata yang keluar “ngerti gitu aku g perlu susah-susah matuhin aturan!”..

    Berdasarkan kata-kata di surat kabar yang dikutip guru sejarahku,,
    “Negara ini (Indonesia) bisa seperti negara-negara barat kebanyakan yang notabene patuh bgt ma aturan negaranya, baru setelah 7 keturunan”..

    Percaya nggak??hehehe…((((((^_^)

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: